Entri Populer

Selasa, 22 Juli 2014

Areta (gadis yang bijak)


Daun yang berguguran menyambut pagiku, sayang ini bukan musim gugur seperti di negara tetangga. Sepoi-sepoi angin mulai menyapu kulit wajahku, dari kejauhan kulihat angin bermain menyibakan rambut gadis kecil berpakaian merah-putih. Dia terlihat senang, bahkan tak kutemukan raut sedih di wajahnya. Dia berlari sambil memegang tas selempang berwarna biru muda. Aku memperhatikannya, lekat. Sungguh, dia amat sangat manis. Matanya bulat, hitam, tapi menyejukkan.
                Dia menghampiri seorang bapak separuh baya, pakaiannya sudah lusuh dan penuh tambalan bekas jahitan. Dekil, kata orang. Gadis itu mengeluarkan uang logam dari saku bajunya, logam bernilai 1000 rupiah. Dia kebingungan, celengak-celinguk. Menarik nafas. Lalu memberikan logam tersebut ke sosok separuh baya di hadapannya. Dia tersenyum, si bapak membalasnya.
                “kamu pasti akan menjadi wanita dewasa yang cantik” batinku.
               


                -Calypso-
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar